HIDUP, BUKANLAH SEKEDAR HIDUP
Judul
Buku : Hikayat Asa
Pengarang : Soraya
Khoirunnisa’ Halim
Penerbit : CV. Writing
Revolution
Tahun Terbit : Maret 2014
Kota Terbit : Surakarta
Jumlah Halaman : 400 lembar
“Tidak ada yang tak mungkin ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, karena disetiap usaha yang kita lakukan pasti kan ternilai di mata Allah SWT.”
Dari buku karya seorang penulis pemula yang berbakat ini, menceritakan sebuah pengalaman didalam hidupnya. Yang kini telah menjadi seorang Ibu dari tiga anak laki-laki dan menjadi seorang istri dari ustadz pengelola pondok tahfidz.
Didalam buku ini menguak tentang
cita dan cinta seorang anak remaja yang hidup didalam naungan pesantren. Awal
cerita yakni hidup yang hanya dengan paksaan dan tanpa keikhlasan, yang
akhiranya memiliki kemauan sendiri untuk meraih mimpi dan angan-angan.
Cita dan cinta adalah dua hal yang
dipastikan ada dalam romantika kehidupan manusia. Tak terkecuali remaja. Cita
dan cinta sungguh dua hal yang dapat saling bersinergi menghasilkan sesuatu
yang maha dasyat. Namun juga sebaliknya.
Dari kisah Aliya Rahma Mumtaza,
seorang remaja dengan gejolak cita dan cinta. Dari kecil ia dididik untuk
menjadi penghafal Al-Qur’an, namun rupanya cinta yang salah tidak membawanya
menuju cita yang mulia. Dan akhirnya dia pun berazzam untuk menjadi
Hafidzoh ketika mengalami beberapa kejadian sulit didalam hidupnya.
Aliya Rahma Mumtaza seorang gadis
manis cucu dari tokoh Kyai di solo, sulung dari 8 bersaudara. Awalnya,
dia menghafal Al-Qur’an karena perintah dari ayahnya. Hanya sekedar menghafal
tanpa menela’ah makna yang terkandung didalamnya. Hingga suatu ketika ia
menyadari kemampuan yang ia miliki namun tidak ia gunakan dengan
sebaik-baiknya.
Kisah itu berawal ketika paman Aliya
mendaftarkannya dalam seleksi Tahfidz Al-Qur’an untuk tingkat provinsi.
Hafalan yang Aliya miliki hanyalah sekedar hafal ayat saja, namun pada saat ia
mengetahui cabang lomba Tahfidz yang ia ikuti adalah cabang 10 juz Aliya pun
langsung ingin melarikan diri. Akan tetapi, sang ayah menyadarkannya bahwa
ketika kita belum mencoba suatu hal yang kita anggap berat, maka hal tersebut
tidak akan pernah kita lalui. Wal akhir, si Aliya berusaha sekuat mungkin untuk
memperlancar hafalannya dengan sungguh-sungguh.
Untuk mencapai sebuah target,
diperlukan penataan waktu yang sistematis. Serta keistiqomahan pada diri sendiri. Dan ini adalah perjuanga Aliya untuk
mencapai citanya, yang tergoyah oleh gejolak cinta yang membara ialah cinta si
anak muda.
Namun, kisah cinta tersebut tidak
berlangsung lama, karena keputusan sang ayah yang menjodohkannya dengan seorang
laki-laki pilihan ketika lulus nanti. Dan Aliya pun dapat lebih fokus dalam
pencapaian target hafalan yang hanya tersisa 10 bulan untuk menyelesaikannya.
Singkat cerita, berkat kesungguhan
Aliya dan motivasi dari Ayah bundanya serta support dari orang-orang
terdekatnya, Aliya pun dapat menyelesaikan Sekolah Menengahnya dengan predikat
istimewa dan menyandang status Hafidzoh Al-Qur’an.
Itulah seuntas cerita dari
perjalanan hidup seorang gadis sulung Aliya rahma mumtaza, yang banyak
menginspirasi untuk jadi seorang Hafidzoh sejati. Kini, sosok Aliya
telah menjadi guru tahfidz dan melahirkan hafidzoh-hafidzoh
selanjutnya.
Di dalam buku ini tercantum ma’na
atau arti dari kata-kata asing yang digunakan penulis. Juga disertai lampiran gambar-gambar
fakta yang dialami oleh Aliya rahma mumtaza. Dari situ dapat memperjelas tokoh
seorang Aliya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar