Marhaban Bi Khudurikum... Please Enjoy Your Visit In Lailitsnay.blogspot.com :)

Selasa, 30 Desember 2014

REVIEW BUKU “HIKAYAT ASA”

HIDUP, BUKANLAH SEKEDAR HIDUP

Judul Buku              : Hikayat Asa
Pengarang              : Soraya Khoirunnisa’ Halim
Penerbit                  : CV. Writing Revolution
Tahun Terbit            : Maret 2014
Kota Terbit              : Surakarta
Jumlah Halaman    : 400 lembar



“Tidak ada yang tak mungkin ketika kita sudah berusaha semaksimal mungkin, karena disetiap usaha yang kita lakukan pasti kan ternilai di mata Allah SWT.”


Dari buku karya seorang penulis pemula yang berbakat ini, menceritakan sebuah pengalaman didalam hidupnya. Yang kini telah menjadi seorang Ibu dari tiga anak laki-laki dan menjadi seorang istri dari ustadz pengelola pondok tahfidz.

Didalam buku ini menguak tentang cita dan cinta seorang anak remaja yang hidup didalam naungan pesantren. Awal cerita yakni hidup yang hanya dengan paksaan dan tanpa keikhlasan, yang akhiranya memiliki kemauan sendiri untuk meraih mimpi dan angan-angan.
Cita dan cinta adalah dua hal yang dipastikan ada dalam romantika kehidupan manusia. Tak terkecuali remaja. Cita dan cinta sungguh dua hal yang dapat saling bersinergi menghasilkan sesuatu yang maha dasyat. Namun juga sebaliknya.
Dari kisah Aliya Rahma Mumtaza, seorang remaja dengan gejolak cita dan cinta. Dari kecil ia dididik untuk menjadi penghafal Al-Qur’an, namun rupanya cinta yang salah tidak membawanya menuju cita yang mulia. Dan akhirnya dia pun berazzam untuk menjadi Hafidzoh ketika mengalami beberapa kejadian sulit didalam hidupnya.
Aliya Rahma Mumtaza seorang gadis manis cucu dari tokoh Kyai di solo, sulung dari 8 bersaudara. Awalnya, dia menghafal Al-Qur’an karena perintah dari ayahnya. Hanya sekedar menghafal tanpa menela’ah makna yang terkandung didalamnya. Hingga suatu ketika ia menyadari kemampuan yang ia miliki namun tidak ia gunakan dengan sebaik-baiknya.
Kisah itu berawal ketika paman Aliya mendaftarkannya dalam seleksi Tahfidz Al-Qur’an untuk tingkat provinsi. Hafalan yang Aliya miliki hanyalah sekedar hafal ayat saja, namun pada saat ia mengetahui cabang lomba Tahfidz yang ia ikuti adalah cabang 10 juz Aliya pun langsung ingin melarikan diri. Akan tetapi, sang ayah menyadarkannya bahwa ketika kita belum mencoba suatu hal yang kita anggap berat, maka hal tersebut tidak akan pernah kita lalui. Wal akhir, si Aliya berusaha sekuat mungkin untuk memperlancar hafalannya dengan sungguh-sungguh.
Untuk mencapai sebuah target, diperlukan penataan waktu yang sistematis. Serta keistiqomahan pada diri  sendiri. Dan ini adalah perjuanga Aliya untuk mencapai citanya, yang tergoyah oleh gejolak cinta yang membara ialah cinta si anak muda.
Namun, kisah cinta tersebut tidak berlangsung lama, karena keputusan sang ayah yang menjodohkannya dengan seorang laki-laki pilihan ketika lulus nanti. Dan Aliya pun dapat lebih fokus dalam pencapaian target hafalan yang hanya tersisa 10 bulan untuk menyelesaikannya.
Singkat cerita, berkat kesungguhan Aliya dan motivasi dari Ayah bundanya serta support dari orang-orang terdekatnya, Aliya pun dapat menyelesaikan Sekolah Menengahnya dengan predikat istimewa dan menyandang status Hafidzoh Al-Qur’an.
Itulah seuntas cerita dari perjalanan hidup seorang gadis sulung Aliya rahma mumtaza, yang banyak menginspirasi untuk jadi seorang Hafidzoh sejati. Kini, sosok Aliya telah menjadi guru tahfidz dan melahirkan hafidzoh-hafidzoh selanjutnya.
Di dalam buku ini tercantum ma’na atau arti dari kata-kata asing yang digunakan penulis. Juga disertai lampiran gambar-gambar fakta yang dialami oleh Aliya rahma mumtaza. Dari situ dapat memperjelas tokoh seorang Aliya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar