Marhaban Bi Khudurikum... Please Enjoy Your Visit In Lailitsnay.blogspot.com :)

Selasa, 30 Desember 2014

Review film “Taare Zameen Par”

Every Child is Special


Judul film        : Taare Zameen Par
jenis                 : Sience India Film
Produksi          : Aamir Khan
Sutradara         : Ram Madhvani
Pemain            : Darsheel Safary, Aamir Khan, Tanya Chheda, Tischa Chopra, Vipin Sharma dll

Film india ini diproduksi sejak tahun 2007. Meskipun tergolong film lama, namun cerita yang ada didalam begitu bermakna. Maka, penulis merasa tertatik dengan film ini karena tak pernah bosan jika film ini diputar berulang kali.
Film ini mengisahkan tentang seorang bocah berusia 8 tahun yakni Ishaan Awasthi (Darsheel Safary). Kesulitan membaca, menulis juga berhitung membuatnya harus menetap di kelas 3 SD selama dua periode. Maka, kedua orang tuanya terlebih khusus ayah ishaan mengagapnya seorang anak yang nakal. Karena tingkah laku ishaan yang sulit diatur dan terkadang kelewat batas. Berbeda dengan kakak laki-laki ishaan, Rajan (Tanya Chheda) yang menjadi murid favorid di sekolahnya juga seorang atletik hebat.
Dengan perbedaan yang begitu jauh antara ishaan dan rajan, ayahnya pun mulai frustasi karena semua guru mengelukhan ishaan menjadi penghambat pembelajaran di kelas. Dan akhirnya sang ayah memutuskan untuk mengirimkan ishaan ke sekolah berasrama yang terletak jauh dari rumah mereka.
Ishaan pun kecewa dan merasa dibuang oleh keluarganya. Di sekolahnya yang baru tak jauh berbeda. Guru-guru disana juga menganggapnya sebagai penghalang. Ishaan pun mulai despresi, yang awalnya dia sangat hobi melukis namun di sekolahnya yang baru itu ia malah berhenti melukis. Sampai tiba saat datangnya guru pengganti kelas seni, Ram Shankar Nikumb (Aamir Khan)
Nikumb memulai kelasnya dengan suasana yang berbeda, yakni dengan menyanyi dan menari. Semua anak bahagia kecuali ishaan. Nikumb pun mulai merasa aneh dengan ishaan. Dia penasaran, akhirnya nikumb mencari tahu tentang ishaan dari teman, guru, buku-buku ishaan hingga berkunjung ke rumah ishaan.
Saat nikumb berkunjung ke rumah ishaan, ia menemui ayah ishaan yang keras kepala. Karena tidak mengerti yang sedang dialami oleh anaknya ishaan. Penyakit Dyslexia yang menyebabkan ishaan kesulitan dalam menyusun huruf, membaca, menghitung angka bahkan menangkap bola.
Nikumb pun mencari kelebihan yang dimiliki ishaan. Ibu ishaan menunjukkan beberapa lukisan juga buku catatan kecil yang merupakan gambar bergerak menanadakan ishaan tersisih dari keluarganya. Nikumb terkesima dengan karya ishaan. Akhirnya dia menyadari bahwa ishaan harus segera di tolong dari penyakit Dyslexia.
Akhirnya nikumb membuat keputusan untuk memberi tambahan jam untuk mengajari ishaan dalam menyusun huruf-huruf juga angka-angka dengan benar. Disinilah terjalin hubungan yang erat antara nikumb dan ishaan. Dan pada akhir tahun, nikumb menggelar kontes melukis besar yang dapat di ikuti oleh semua murid juga guru. Dan lukisan yang yang terpilih akan menjadi cover pada buku tahunan. Lukisan yang terpilih ialah milik nikumb dan ishaan.
Film ini mengajarkan tentang hakikat memahami seorang anak. Orang tua yang baik, harus selalu membimbing anak agar tumbuh menjadi seseorang yang berguna. Di dalam dunia pendidikan, peran orang tua itu sangat penting. Karena dia yang harusnya pertama kali mengajarkan anaknya mengenai hal-hal yang belum anak mengerti.
Setiap anak pasti memiliki potensi yang luar biasa. Anak bukan semestinya ditekan untuk berkompetisi secara berlebihan. Tidak pula ditakuti dengan kejahatan dunia luar. Kepercayaan dirinyalah yang mesti diasah. Keberanian dan eksplorasi dirinya mesti dibangun sejak dini. Agar anak berhak bahagia.
Semoga kita dapat memetik hikmah yang berharga dari film ini. Bukan hanya layak menjadi tontonan keluarga, film ini juga mengubah paradigma tentang produksi film india yang biasanya berkisar percintaan, tari-tarian atau nyanyian. Referensi film “tare zameen par” ini perlu di tonon oleh semua orang tua agar tidak salah dalam mendidik anak.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar