Every Child is Special
Judul film : Taare Zameen Par
jenis : Sience India Film
Produksi : Aamir Khan
Sutradara : Ram Madhvani
Pemain : Darsheel Safary, Aamir Khan, Tanya Chheda, Tischa Chopra, Vipin Sharma dll
jenis : Sience India Film
Produksi : Aamir Khan
Sutradara : Ram Madhvani
Pemain : Darsheel Safary, Aamir Khan, Tanya Chheda, Tischa Chopra, Vipin Sharma dll
Film ini mengisahkan tentang seorang
bocah berusia 8 tahun yakni Ishaan Awasthi (Darsheel Safary). Kesulitan
membaca, menulis juga berhitung membuatnya harus menetap di kelas 3 SD selama
dua periode. Maka, kedua orang tuanya terlebih khusus ayah ishaan mengagapnya
seorang anak yang nakal. Karena tingkah laku ishaan yang sulit diatur dan
terkadang kelewat batas. Berbeda dengan kakak laki-laki ishaan, Rajan (Tanya
Chheda) yang menjadi murid favorid di sekolahnya juga seorang atletik hebat.
Dengan perbedaan yang begitu jauh
antara ishaan dan rajan, ayahnya pun mulai frustasi karena semua guru
mengelukhan ishaan menjadi penghambat pembelajaran di kelas. Dan akhirnya sang
ayah memutuskan untuk mengirimkan ishaan ke sekolah berasrama yang terletak
jauh dari rumah mereka.
Ishaan pun kecewa dan merasa dibuang
oleh keluarganya. Di sekolahnya yang baru tak jauh berbeda. Guru-guru disana
juga menganggapnya sebagai penghalang. Ishaan pun mulai despresi, yang awalnya
dia sangat hobi melukis namun di sekolahnya yang baru itu ia malah berhenti
melukis. Sampai tiba saat datangnya guru pengganti kelas seni, Ram Shankar
Nikumb (Aamir Khan)
Nikumb memulai kelasnya dengan
suasana yang berbeda, yakni dengan menyanyi dan menari. Semua anak bahagia
kecuali ishaan. Nikumb pun mulai merasa aneh dengan ishaan. Dia penasaran,
akhirnya nikumb mencari tahu tentang ishaan dari teman, guru, buku-buku ishaan
hingga berkunjung ke rumah ishaan.
Saat nikumb berkunjung ke rumah
ishaan, ia menemui ayah ishaan yang keras kepala. Karena tidak mengerti yang
sedang dialami oleh anaknya ishaan. Penyakit Dyslexia yang menyebabkan ishaan
kesulitan dalam menyusun huruf, membaca, menghitung angka bahkan menangkap
bola.
Nikumb pun mencari kelebihan yang
dimiliki ishaan. Ibu ishaan menunjukkan beberapa lukisan juga buku catatan
kecil yang merupakan gambar bergerak menanadakan ishaan tersisih dari
keluarganya. Nikumb terkesima dengan karya ishaan. Akhirnya dia menyadari bahwa
ishaan harus segera di tolong dari penyakit Dyslexia.
Akhirnya nikumb membuat keputusan
untuk memberi tambahan jam untuk mengajari ishaan dalam menyusun huruf-huruf
juga angka-angka dengan benar. Disinilah terjalin hubungan yang erat antara
nikumb dan ishaan. Dan pada akhir tahun, nikumb menggelar kontes melukis besar
yang dapat di ikuti oleh semua murid juga guru. Dan lukisan yang yang terpilih
akan menjadi cover pada buku tahunan. Lukisan yang terpilih ialah milik nikumb
dan ishaan.
Film ini mengajarkan tentang hakikat
memahami seorang anak. Orang tua yang baik, harus selalu membimbing anak agar
tumbuh menjadi seseorang yang berguna. Di dalam dunia pendidikan, peran orang
tua itu sangat penting. Karena dia yang harusnya pertama kali mengajarkan
anaknya mengenai hal-hal yang belum anak mengerti.
Setiap anak pasti memiliki potensi
yang luar biasa. Anak bukan semestinya ditekan untuk berkompetisi secara
berlebihan. Tidak pula ditakuti dengan kejahatan dunia luar. Kepercayaan
dirinyalah yang mesti diasah. Keberanian dan eksplorasi dirinya mesti dibangun
sejak dini. Agar anak berhak bahagia.
Semoga kita dapat memetik hikmah
yang berharga dari film ini. Bukan hanya layak menjadi tontonan keluarga, film
ini juga mengubah paradigma tentang produksi film india yang biasanya berkisar
percintaan, tari-tarian atau nyanyian. Referensi film “tare zameen par” ini
perlu di tonon oleh semua orang tua agar tidak salah dalam mendidik anak.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar