Pendidikan
karakter
“Percaya Diri”
“Percaya Diri”
Di sebuah kampus yang biasa disebut UMY singkatan dari Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta. Ada empat sahabat yang masing-masing memiliki
kemampuan atau kelebihan baik dalam pengetahuan maupun keterampilan.
Kita semua tau bahwa setiap individu mempuanyai karakter yang
berbeda-beda, dan kemampuan seseorang akan terlihat ketika bagaimana orang itu
menunjukannya. Ada pula beberapa orang yang enggan untuk menunjukan kemampuan
atau bakat yang ada pada dirinya padahal didalam dirinya tersimpan bakat yang
luar biasa.
Sahabat pertama bernama Laili,
seorang gadis berkulit sawo matang dengan perawaan kecil. Senyum manisnya
selalu dia sunggingkan ketika kawan-kawannya meminta bantuan. Dia tidak pernah
menolak atau pun mengabaikan teman-teman yang membutuhkannya. Kemampaunnya
ialah mahir dalam berbahasa arab, sering mengikuti perlombaan pidato, baca
berita, puisi juga debat dengan bahasa arab.
Sahabat yang kedua bernama Diah,
dengan tubuh tingginya gaya khas purworejonya selalu membuat teman-temannya
terhibur oleh canda guraunya. Membuat bentuk-bentuk origami adalah hobinya
sejak kecil. Kemampuan bernyanyi dan berpuisi juga ia miliki.
Sama halnya dengan sahabat ketiga yang biasa di panggil Maya,
dia mempunyai kegemaran bernyanyi juga berpuisi. Dengan tubuh mungil, paras
wajah cantik dan suara khas kalimantan yang ia miliki dapat memukau para
pendengarnya. Apalagi saat ia membanca tartil Al-Qur’an, suaranya indah semerdu
piano.
Lain halnya dengan sahabat yang keempat, dia berbeda dari ketiga
sahabatnya. Sebut saja Fera, dengan
kecenderungan penyendiri dan pendiam jika dibandingkan dengan
sahabat-sahabatnya. Karena hobinya yang selalu sibuk dengan kertas-kertas juga
monitor dikamarnya membuat ketiga sahabatnya selalu kepo dan ingin tahu keahlian
yang dimiliki si fera.
Cerita ini bermula ketika adanya perlombaan mahasiswa yang diadakan
oleh BEM di tingkat fakultas. Para mahasiswa yang berbakat berhak ikut dalam
setiap perlombaan. Adapun perlombaan yang diselenggarakan ialah pidato bahasa
arab dan inggris, musikalisasi puisi, drama, kaligrafi, photografi, melukis dan
lomba seni lainnya.
Pada perlombaan itu, hanya aty yang tidak mau berpartisipasi
didalamnya. Karena dia tidak mempunyai kepercayaan diri seperti pada ketiga
sahabatnya yang masing-masing antusias dengan perlombaan tersebut. Maya dan
diah
langsung mendaftarkan diri dalam perlombaan musikalisasi puisi, sama halnya
dengan laili yang pandai berpidato bahasa arab.
Disisi lain, ketiga sahabat fera
sangat peduli denganya. Akhirnya mereka berencana diam-diam mendaftarkannya
pada salah satu perlombaan, dengan bantuan diah yang suka kepo dengan hal-hal
baru yang dikerjakan fera, dia mengambil satu lukisan unik buatan fera untuk
dikirimkan pada perlombaan tersebut.
Tanpa disangka dan diduga, pada puncak
acara yakni penutupan lomba yang digelar di fakultas, lukisan aty yang dikirim
menjadi juara. Disitulah kepercayaan diri fera
mulai tumbuh, dengan sedikit ketakutan juga kemantapan ia maju mengambil
pialanya. Dengan sorakan dukungan dari kira fera pun
dapat tersenyum dengan bangga.
Pada kisah diatas mengajarkan kita bahwa Allah sang pencipta tidak
menciptakan hambanya tanpa kemampuan apapun. Namun bagaimana kita menjaga dan
menunjukkan bakat yang kita miliki tidak dengan kesombongan juga ketamakan.
Dan ketika kita mempunyai seorang teman
yang belum dapat menemukan kepercayaan dirinya, ajaklah ia dan rangkullah agar
dia dapat selalu yakin bahwa jika kita bias pasti dia lebih bisa. Karena persahabatan
adalah wujud dari sebuah ukhuwah islamiyah. Yang akan selalu mendukung satu dan
lainnya.
Pemain :
1. Laili Itsnaini F
2. Mayasari
3. Diah Woro S
4. Ferawati
Kameramen :
Ni’matur Rosyidah
Editor :
Ferawati
Pengisi suara :
Mayasari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar